Rabu, 19 Oktober 2016

Mitha Remaja SMU





Mitha terlambat bangun

untuk berangkat sekolah, padahal 

sebelumnya dia selalu bangun lebih 

pagi. Mungkin semalam keasyikan 

nonton acara TV, sehingga pagi ini 

dia harus buru-buru kalau tidak 

ingin terlambat sampai di SMU. 

Mitha adalah pelajar kelas 1, 

minggu depan dia akan berulang 

tahun yang ke-15. 

Dengan wajah yang manis, rambut 

sebahu, kulit putih bersih, mata 

bening dan ukuran payudara 34B, 

tak heran Mitha selalu menjadi 

incaran para lelaki, baik yang 

sekedar iseng menggoda atau yang 

serius ingin memacarinya. Tetapi 

sampai hari ini Mitha belum 

menjatuhkan pilihannya. 

Alasannya cukup klasik, “Maaf ya.., 

kita temenan aja dulu.., soalnya 

saya belum berani pacaran.., khan 

masih kecil, ntar dimarahin ortu 

kalau ketahuan…” begitu selalu 

kilahnya kepada setiap lelaki yang 

mendekatinya. 

Begitulah Mitha, gadis manis yang 

belum terjamah bebasnya pergaulan 

metropolis seperti Jakarta 

tempatnya tinggal. Mitha mungkin 

akan cukup lama bertahan dalam 

keluguannya kalau saja peristiwa itu 

tidak terjadi. 

Pagi itu selesai menyiapkan diri 

untuk berangkat, Mitha sedikit 

tergesa-gesa menjalankan Honda 

Supra-nya. Tanpa disadarinya dari 

kejauhan tiga pasang mata mulai 

mengintainya. Anton (25 tahun) 

mahasiswa salah satu PTS yang 

pernah ditolak cintanya oleh Mita, 

hari itu mengajak dua rekannya 

(Iwan dan Tejo) yang terkenal bejat 

untuk memberi pelajaran buat Mitha, 

karena Anton yang playboy paling 

pantang untuk ditolak, apalagi oleh 

gadis ingusan macam Mitha. 

Tepat di jalan sempit yang hampir 

jarang dilewati orang, Anton dan 

kawan-kawan memalangkan Toyota 

Land Cruser-nya, karena mereka 

tahu persis Mitha akan melewati 

jalan pintas ini menuju sekolahnya. 

Sedikit kaget melihat mobil 

menghadang jalannya, Mitha gugup 

dan terjatuh dari motornya. Anton 

yang berada di dalam mobil 

beranjak keluar. 

“Hai Mit.., jatuh ya..?” kata Anton 

dengan santainya. 

“Apa-apaan sih kamu..? Mau bunuh 

aku ya..?” hardik Mitha dengan 

wajah kesal. 

“Nggak.., cuman aku mau kamu jadi 

pacarku, jangan nolak lagi lho..! 

Ntar…” kata Anton yang belum 

sempat menyelesaikan kata- 

katanya. 

“Ntar apa..?” potong Mitha yang 

masih dengan wajah kesal. 

“Ntar gue perkosa lo..!” 

“Sialan dasar usil, cepetan minggir 

aku udah telat nih..!” bentak Mitha. 

Air mata di pipinya mulai menetes 

karena Anton tetap menghalangi 

jalannya. 

“Anton please.., minggir dong..!” 

pintanya sudah tidak sabaran lagi. 

Anton mulai mendekati Mitha yang 

gemetar tidak tahu harus bagaimana 

lagi menghadapi bajingan ini. Tiba- 

tiba dari arah belakang sebuah 

pukulan telak mendarat di tengkuk 

Mitha yang membuatnya pingsan 

seketika. Rupanya Iwan yang sedari 

tadi bersembunyi di balik pohon 

bersama delapan orang lainnya 

sudah tidak sabar lagi. 

“Ayo kita angkut dia..!” perintah 

Anton kepada teman-temannya. 

Singkat cerita, Mitha dibawa ke 

sebuah rumah kosong di pinggir 

kota. Letak rumah itu menyendiri, 

jauh dari rumah-rumah yang 

lainnya, sehingga apapun yang 

terjadi di dalamnya tidak akan 

diketahui siapapun. 

Sebuah tamparan di pipinya 

membuat gadis ini mulai siuman. 

Dengan tatapan nafsu dari dua lelaki 

yang sama sekali tidak dikenalnya 

kecuali satu orang, yaitu Anton. 

Mitha mulai ketakutan memandang 

sekelilingnya. Apa yang akan terjadi 

samar-samar mulai terbayang di 

matanya. Jelas sekali dia akan 

diperkosa oleh 3 orang. Rupanya 

mereka sudah tidak sabaran lagi 

untuk segera memperkosa Mitha. 

Tangan-tangan mereka mulai 

merobek-robek pakaian gadis itu 

dengan sangat kasar tanpa perduli 

teriakan ampum maupun tangisan 

Mitha. 

Setelah menelanjangi Mitha 

sehingga Mitha benar-benar bugil. 

Sekali sentak Iwan menjambak 

rambut Mitha dan menariknya, 

sehingga tubuh Mitha yang tekulai di 

lantai terangkat ke atas dalam posisi 

berlutut menghadap Iwan. 

“An.., lo mau gue apain nih 

cewek..?” kata Iwan sambil melirik 

ke arah Anton. 

“Terserah deh.., emang gue 

pikirin..!” 

Iwan menatap sebentar ke arah 

Mitha yang sudah sangat ketakutan, 

air matanya nampak mengalir dan, 

“PLAK..!” tamparan Iwan melayang 

ke pipinya. 

Anton dan yang lainnya mulai 

membuka pakaian masing-masing, 

sehingga sekejap orang-orang yang 

berada dalam ruangan itu semuanya 

telanjang bulat. Mitha yang terduduk 

di lantai karena dicampakkan Iwan 

kembali menerima perlakuan serupa 

dari Anton yang kembali menjambak 

rambutnya, hanya saja tidak 

menariknya ke atas, tetapi ke 

bawah, sehingga sekarang Mitha 

dalam posisi telentang. Teman- 

teman Anton memegangi kedua 

tangan dan kaki Mitha, sedangkan 

Anton duduk tepat di atas kedua 

payudara Mitha. Penis Anton yang 

sudah mengeras dengan panjang 18 

cm ditempelkan ke bibir Mitha. 

“Ayo isep kontol gue..!” bentak 

Anton tidak sabaran. 

Karena Mitha tidak juga membuka 

mulutnya, Anton menampar Mitha 

berkali-kali. Karena tidak tahan, 

akhirnya mulut mungil Mitha mulai 

terbuka. Tanpa ampun Anton yang 

sudah tidak sabaran memasukkan 

penisnya sampai habis, tonjolan 

kepala penis Anton nampak di 

tenggorokan Mitha. Anton mulai 

memaju-mundurkan penisnya di 

mulut Mitha selama 5 menit tanpa 

memberi kesempatan Mitha untuk 

bernafas. Mitha kesakitan dan mulai 

kehabisan nafas, Anton bukannya 

kasihan tetapi malah semakin brutal 

menancapkan penisnya. 

Selang beberapa saat, Anton 

mengeluarkan penisnya dari mulut 

Mitha, dan segera diganti oleh Penis 

Iwan yang panjangnya hampir 20 

cm. Tejo yang sedari tadi 

memegang kaki Mitha mulai 

menjalankan aksinya. Paha Mitha 

ditarik ke atas dan mengarahkan 

penisnya ke vagina Mitha. Penis 

Tejo yang paling besar di antara 

kedua rekannya tidak terlalu 

gampang menembus vagina Mitha 

yang memang sangat sempit, karena 

masih perawan. Tetapi Tejo tidak 

perduli, penisnya terus ditekan ke 

dalam vagina Mitha dan tidak 

berapa lama Mitha tampak meringis 

kesakitan, tetapi tidak mampu 

bersuara karena mulutnya 

tersumbat penis Iwan yang dengan 

kasarnya menembus hingga 

tenggorokannya. 

Tejo memaju-mundurkan penisnya 

ke dalam vagina Mitha dan nampak 

darah mulai menetes dari vagina 

Mitha. Keperawanan Mitha telah 

dikoyak Tejo. Iwan yang tidak puas 

akan “pelayanan” Mitha nampak 

kesal. 

“Ayo isep atau gue cekik lo..!” 

bentaknya ke arah Mitha yang sudah 

dingin pandangannya. 

Mitha yang sudah putus asa hanya 

dapat menuruti keinginan Iwan. 

Mulutnya dimaju-mundurkan sambil 

menghisap penis Iwan. 

“Ayo cepat..!” kata Iwan lagi. 

Karena dalam posisinya yang 

telentang, agak sulit bagi Mitha 

menaik-turunkan kepalanya untuk 

mengulum penis Iwan, tetapi Iwan 

rupanya tidak mau perduli. Mitha 

melingkarkan tangannya ke 

pinggang Iwan, sehingga dia dapat 

sedikit mempercepat gerakannya 

sesuai keinginan Iwan. 

Hampir 30 menit berlalu, Iwan 

hampir ejakulasi, rambut Mitha 

ditarik ke bawah sehingga wajahnya 

menengadah ke atas. Iwan 

mencabut penisnya dari mulut 

Mitha. 

“Buka yang lebar dan keluarin lidah 

lo..!” bentaknya lagi. 

Mitha membuka mulutnya lebar- 

lebar dan menjulurkan lidahnya 

keluar. Iwan memasukkan kembali 

setengah penisnya ke mulut Mitha 

dan, “Ah.., crot… crot… crot..!” 

sperma Iwan yang banyak masuk ke 

mulut Mitha. 

“Telan semuanya..!” 

Mitha terpaksa menelan semua 

sperma Iwan yang masuk ke 

mulutnya, walau sebagian ada yang 

mengalir di sela-sela bibirnya. 

Tejo yang juga hampir ejakulasi 

mencabut penisnya dari vagina 

Mitha dan merangkat ke atas dada 

Mitha dan bersamaan dengan Iwan 

mencabut penisnya dari mulut 

Mitha. Tejo memasukkan penisnya 

ke mulut Mitha sampai habis masuk 

hingga ke tenggorokan mitha.Dan, “Crot.. crot.. crot..!” kali ini 

sperma Tejo langsung masuk 

melewati tenggorokan Mitha. 

Anton yang sedari tadi menonton 

perbuatan kedua rekannya 

melakukan hal serupa yang 

dilakukan Tejo, hanya saja Anton 

menyemprotkan spermanya ke 

dalam vagina Mitha. 

Begitulah selanjutnya, masing- 

masing dari mereka kembali 

memperkosa Mitha sehingga baik 

Anton, Tejo dan Iwan dapat 

merasakan nikmatnya vagina Mitha 

dan hangatnya kuluman bibir Mitha 

yang melingkari penis-penis 

mereka. Mereka benar-benar sudah 

melampaui batasan keinginan 

berbalas denadam terhadap Mitha 

yang tadinya masih polos itu. 

Sebelum meninggalkan Mitha 

sendirian di rumah kosong, mereka 

sempat membuat photo-photo 

telanjang Mitha yang dipergunakan 

untuk mengancam Mitha seandainya 

buka mulut. Photo-photo tersebut 

akan disebarkan ke seantero 

sekolah Mitha jika memang benar- 

benar Mitha melaporkan hal tersebut 

ke orang lain. 

Hari-hari selanjutnya dengan 

berbagai ancaman, Mitha terpaksa 

pasrah diperkosa kembali oleh 

Anton dan kawan-kawan sampai 

belasan kali. Dan setiap kali 

diperkosa, jumlahnya selalu 

bertambah, hingga terakhir Mitha 

diperkosa 40 orang, dan dipaksa 

menelan sperma setiap 

pemerkosanya. Sungguh malang 

nasib Mitha.








LahanPoker.com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik

LahanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 

Contact Person : LiveChat : http://lahanpoker.com Yahoo : lahanpoker@yahoo.com bbm : 55CF586C Wechat : lahanpoker Whatsapp : +66622576847 Line : LahanPoker Facebook : LahanPoker Twitter : @lahan_poker

0 comments:

Posting Komentar

LahanPoker Lahan4D LahanBet ShootingFish SabungAyam