Rabu, 19 Oktober 2016

Party Seks Anak- Anak SMP






Namaku Sonny, dulu sewaktu masih


SMP ada beberapa teman wanita yang 


naksir denganku, maklumlah waktu itu 


aku bintang kelas di SMP tersebut, di 


antara perempuan-perempuan tersebut 


adalah Rere, Vinvin (nama samaran) 


yang ada hubungannya dengan ceritaku 


ini. 


Aku sekarang sudah bekerja di suatu 


perusahaan swasta di Jakarta yang 


kebetulan aku termasuk eksekutif 


muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku 


ada meeting di Surabaya dan kebetulan 


hari itu ulang tahun Rere (Rere 


termasuk wanita yang lumayan 


tingginya 170, branya 36 dan bodinya 


itu tuch yang semok alias seksi 


montok). 


Sehabis meeting, aku iseng menelepon 


Rere dan dia mengundangku datang ke 


rumahnya. Kemudian aku langsung saja 


cabut ke rumah Rere, eh nggak 


tahunya di situ ramai juga teman- 


temennya yang datang, termasuk 


Vinvin. 


Acara pesta tersebut berlangsung 


sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut 


Rere cerita kepadaku kalau minggu 


depan dia mau menikah terus Vinvin 


minggu depannya lagi, lalu Rere cerita 


masa-masa dia naksir aku terus 


sampai sekarang dia masih kangen 


berat. Maklumlah sudah 2 tahunan 


nggak jumpa. 


Kebetulan waktu itu komputer dia lagi 


ngadat. Nah kesempatan buatku untuk 


tinggal lebih lama. Langsung saja 


kucoba membetulkan PC-nya. 


Sementara di rumahnya tinggal Vinvin 


saja yang belum pulang dan orang 


tuanya juga nggak ada. 


Pas sedang asyik mengutak-atik PC- 


nya, dia menungguku di sampingku 


dengan sekali-sekali melirikku, aku 


sendiri masih hati-hati mau menembak 


dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main 


serobot saja. 


Dari belakang Vinvin langsung 


memelukku dan meng-kiss pipiku 


(Vinvin nggak beda jauh sama Rere, 


bedanya mata Rere kebiru-biruan 


sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). 


Punggungku terasa ada benda kental 


yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin 


membisikan kalau dia masih kepingin 


denganku, terus aku responin juga 


kalau aku kangen juga, terus kulumat 


saja bibirnya yang mungil kemerah- 


merahan itu. 


Vinvin langsung balas dengan penuh 


nafsu dan tetap memelukku Dari 


belakang tapi tangannya sudah 


langsung menggerayangi penisku, 


dalam hati ini anak kepingin di embat 


nich. Aku lihat Rere disampingku 


bengong saja dan cemberut merasa 


kalah duluan. 


Terus Rere pergi sebentar, aku masa 


bodoh saja, kutarik si Vinvin ke 


pangkuanku dan bibirnya masih kulumat 


habis. Gila! nafsunya besar sekali! 


Setelah itu kualihkan Dari bibir, 


kukecup terus ke bawah sambil 


tanganku meraba buah dadanya yang 


besar dan kenyal. 


Pas kukecup di belahan buah dadanya, 


Vinvin berteriak, â€Å“Sstt aahh†


dan semakin kencang remasan 


tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, 


kubuka saja bajunya terus branya 


sekalian. Kelihatan buah dadanya 


menggantung siap diremas habis. 


Dengan gemasnya kulumat habis buah 


dadanya sampai dia menggelinjang 


keenakan dan suara yang â€Å“sstt 


sstt aahh…†Setelah itu tanganku 


pindah ke CD-nya yang sudah basah, 


langsung saja kulepas roknya. 


Dia pun kelihatan bugil tapi masih 


pakai CD. 


Terus Rere datang dengan 


membisikanku bahwa kalau mau 


meneruskan di dalam kamarnya saja. 


Tanpa pikir lama-lama, langsung saja 


kugendong Vinvin sambil buah dadanya 


terus kuhisap ke dalam kamar Rere. 


Terus aku telentangi Vinvin di tempat 


tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah 


pasrah menantang, langsung saja 


kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu 


Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung 


saja kulepas celanaku sama CD-ku 


sampai aku bugil ria. Terdengar 


teriakan Rere kaget melihat penisku 


sepanjang 22 cm dan gede banget 


katanya sambil ngeloyor pergi 


meninggalkanku dan Vinvin. 


Aku tidak peduli lagi sama dia, 


langsung saja penisku aku arahkan ke 


vagina Vinvin, uhh seret banget, dan 


kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan 


berteriak, â€Å“Aakkhh eegghh…†


Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke 


kanan sambil tangannya meremas 


seprei. Rupanya dia masih Virgin 


sehingga seret sekali memasukannya. 


Baru kepalanya saja Vinvin sudah 


teriak. 


Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba 


langsung saja kusodok lebih keras, 


Vinvin langsung saja teriak kencang 


sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja 


sodokanku sampai mentok. Rasanya 


nikmat banget, penisku seperti 


diremas-remas dan hangat-hangat 


basah. 


Sambil menarik napas, kulihat kalau 


Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi 


rupanya dia meringis menahan sakit, 


kebesaran barangkali yach? Setelah itu 


aku tarik penisku pelan-pelan dan 


kelihatan sekali vagina Vinvin ikut 


ketarik terus kepalanya geleng-geleng 


ke kiri dan ke kanan sama matanya 


terpejam-pejam keenakan sambil 


teriak, â€Å“Sstt aahh sshh egghh…â 


€ Sampai penisku tinggal kepalanya 


saja, langsung saja aku sodok lagi ke 


vaginanya sekeras-kerasnya, â 


€Å“Bleesshh…†Vinvin berteriak, 


â€Å“aahh..†Kira-kira 5 menitan 


vagina Vinvin terasa seret. 


Setelah itu vaginanya baru terasa licin 


hingga semakin nikmat buat disodok, 


semakin lama sodokanku semakin 


kupercepat sampai Vinvin kelihatan 


cuma bisa menahan saja. Rupanya 


Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh 


Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri 


dan ke kanan sambil mengikuti 


gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin 


sudah teriak nggak karuan, rupanya 


dia mau orgasme. 


Makin kupercepat gerakanku, akhirnya 


Vinvin berteriak kencang sekali 


sembari memelukku kencang-kencang, 


lama sekali Vinvin memelukku sampai 


akhirnya dia telentang lagi kecapaian 


tapi penisku masih menancap di 


vaginanya. 


Sekilas kulihat kalau Rere melihatku 


sambil menggigit jarinya, terus Rere 


mendekati kami berdua kemudian 


bertanya â€Å“Bagaimana tadi?†


Aku senyum saja sambil penisku masih 


kutancapkan di vagina Vinvin, terus 


Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol 


kepadaku. 


Aku iseng, kupegang tangan Rere 


terus aku remas-remas. Tapi dia tetap 


diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu 


kucium bibirnya yang ranum dan 


tubuhnya kutelentangi di atas perut 


Vinvin tapi penisku masih tetap 


menancap di vagina Vinvin, tidak 


ketinggalan kuremas-remas buah dada 


Rere sambil matanya terpejam 


menikmati lumatan bibirku dan remasan 


tanganku. 


Sementara si Vinvin mencabut penisku 


lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya 


sempoyongan seperti vaginanya ada 


yang mengganjal. Terus kubuka saja 


baju Rere sementara tangannya sudah 


merangkul tengkukku. Setelah itu 


kujilati saja buah dadanya sambil 


sekali-kali kuhisap sampai dia 


menggelinjang kegelian. 


Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah 


basah, nggak ambil peduli langsung 


saja kulepas seluruh celananya sampai 


Rere benar-benar bugil. Terus aku 


suruh Rere pegang penisku sampai 


muka dia kelihatan kemerahan. 


Rupanya dia belum pernah merasakan 


begituan. 


Setelah itu aku perbaiki posisinya biar 


nikmat buat menyodok vaginanya. 


Kemudian Rere bertanya kalau dia mau 


diapakan. Aku suruh Rere pegang 


penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia 


tercengang mendengar kataku, tapi dia 


tetap melakukan juga. Sambil matanya 


terpejam, Rere mulai menggesek 


penisku kevaginanya, pas menyentuh 


vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil 


mendesah-desah, â€Å“Aahh…â€, 


sementara aku sibuk meremas-remas 


sambil menjilati buah dadanya yang 


semakin lama semakin mengeras dan 


kelihatan puting buah dadanya semakin 


munjung keatas. 


Pelan-pelan kudorong pantatku sampai 


penisku menempel lebih kencang di 


mulut vaginanya. Rere diam saja malah 


semakin keras rintihannya, eh nggak 


tahunya Vinvin tiba-tiba saja 


mendorong pantatku sekeras-kerasnya 


secara langsung penisku kedorong 


masuk kedalam vagina Rere sedangkan 


Rere menjerit keras, â€Å“aakkh sakit 


Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil 


badan Rere menggeliat-geliat 


kesakitan sementara tangannya 


menahan pinggulku. 


Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau 


sakitnya hanya sebentar saja, terus 


Vinvin malah mendorong lebih keras 


lagi sambil menarik tangan Rere biar 


tidak menahan gerakan pinggulku. 


Rere kelihatan menahan sakit sambil 


menggigit bibirnya. Sampai akhirnya 


masuk semua penisku. 


Rere kelihatan mulai mengatur 


nafasnya yang tersengal-sengal 


selama menahan tadi. Aku biarkan dulu 


beberapa menit sambil mencumbu Rere 


biar dia tambah naik sementara Vinvin 


yang masih bugil tadi melihat saja di 


samping tempat tidur sambil tertawa 


centil. 


Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik 


lagi, malah semakin menggebu saja. 


Mulai kutarik penisku pelan-pelan 


terus kusodok lalu masuk agak 


kencangan sedikit, seret sekali. 


Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin 


mengintip lewat jendela kamar lalu 


pakai bajunya yang panjang sampai 


lutut terus Vinvin ngeloyor pergi 


sambil ngomong, â€Å“Nyantai saja, 


terusin biar aku yang nemuinâ€, 


tahu gitu aku teruskan saja 


kegiatanku yang sempat terhenti, aku 


lihat Rere masih nyengir sambil 


kepalanya geleng kekiri dan kekanan 


terus pinggulnya digerakan pula 


mengikuti irama gerakanku. Rupanya 


vaginanya cepat basah dan mampu 


menelan penisku sampai penuh. 


Sementara tanganku sibuk meremas 


buah dada Rere, aku terus 


menggenjotnya semakin cepat sampai 


dia mendesah-desah lebih keras terus 


tangannya meraba-raba punggungku 


lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas 


pantatku sambil memelukku dan 


berteriak â€Å“aagghhâ€, kencang 


sekali hingga gerakanku tertahan dan 


terasa ada cairan hangat keluar dari 


vaginanya hingga menambah rasa 


nikmat. 


Rupanya dia orgasme beruntun, 


setelah pelukan dia mulai kendor. Aku 


teruskan lagi genjotanku pelan-pelan 


sambil mulai mencumbu dia biar naik 


lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi 


terus aku ambil posisi lebih tegak 


sambil tanganku pegang pinggulnya dan 


tangannya memuntir-muntir putingku 


sambil tersenyum manis. 


Makin lama gerakanku semakin 


kupercepat sodokanku, waktu 


kudorong ke vaginanya aku keras- 


kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai 


memejamkan matanya dan kepalanya 


geleng-geleng ke kiri dan ke kanan 


mengikuti irama genjotanku. Aku 


sendiri rupanya sudah mau orgasme, 


maka aku genjot lebih kencang lagi 


sampai vaginanya bunyi kencang 


banget, nggak lama aku mau keluar 


kutarik penisku biar ejakulasi di luar. 


Dia malah menahan pantatku biar 


nggak ditarik ke luar langsung saja 


kudorong lagi sembari kupeluk dia 


erat-erat sambil teriak, â 


€Å“Aargghh.. eegghh..â€, kemudian 


Rere juga teriak lama sekali, aku 


ejakulasi di dalam vagina Rere sampai 


Rere gelagapan nggak bisa napas, 


kira-kira semenitan aku dekap Rere 


erat-erat sampai aku kehabisan 


tenaga, terus kucabut penisku dan 


kelihatan maniku sampai keluar dari 


vaginanya bareng darah perawannya 


yang sobek karena kerasnya serobotan 


penisku dibantu dorongan Vinvin yang 


keras dan tiba-tiba tadi. 


Sementara itu Vinvin kedengarannya 


ngobrol sama seorang cewek, rupanya 


teman Rere itu ketinggalan dompet 


terus kebetulan Vinvin juga kenal 


sama dia, nggak lama kemudian Vinvin 


masuk ke kamar terus menanyakan 


aku, â€Å“Mau kenalan nggak sama 


temanku? 


Aku jawab, â€Å“Masa aku bugil begini 


mau dikenalinâ€, â€Å“Cuek saja, 


lagian tadi aku sama dia sudah ngintip 


lu waktu sama Rere tadiâ€, aku 


bengong saja terus Vinvin membisikan 


sesuatu ke Rere terus Rere 


mengangguk sambil tertawa cekikikan 


terus Rere membisikan kepadaku 


supaya aku nanti menurut saja, 


katanya asyik sich. 


Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai 


selimut menemui temannya tadi terus 


diajak masuk sebentar ke kamar Rere 


sambil matanya ditutup pakai T-shirt 


Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat 


ke aku biar diam saja sambil menuntun 


Christ (nama temannya tadi) supaya 


rebahan dulu di tempat tidur. 


Tentu saja Christ bertanya kalau ada 


apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar 


pasti nikmat dan nikmati saja. 


Christ mengangguk saja lalu Vinvin 


menyuruh Rere pegang tangan Christ 


yang diangkat di atas kepalanya dan 


Vinvin meraba-raba sekujur badan 


Christ di dalam bajunya, tentu saja 


Christ teriak kegelian sampai akhirnya 


mendesah-desah keasyikan. 


lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di 


atas paha Christ beralih ke samping 


sambil kasih kode ke aku biar aku 


duduk menggantikan dia sambil tangan 


Vinvin dimasukan ke dalam bra punya 


Christ, aku menurut saja sambil mulai 


mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh 


seksi Christ, sementara Christ kaget 


dan mulai meronta-ronta nggak mau 


diteruskan. 


aku yang sudah tanggung begitu 


langsung saja turun lalu menarik kaki 


Christ supaya posisi pantatnya pas di 


sudut tempat tidur kelihatan Rere 


mengikuti dan tetap memegang tangan 


Christ yang sudah mulai meronta dan 


berteriak-teriak â€Å“Janganâ€, lalu 


Vinvin menutup mulut Christ dan 


melumat bibirnya sembari kasih kode 


ke aku biar diteruskan saja, langsung 


kubuka ritsluiting celananya dan 


kelihatan pahanya yang putih dan 


bentuk kakinya yang seksi membuat 


aku cepat naik, waktu aku mau 


peloroti CD-nya, Christ malah 


meronta-ronta sambil kakinya 


menendang-nendang hingga aku 


kesulitan. 


Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu 


CD-nya aku tarik paksa sampai di 


bawah lututnya terus aku berdiri 


sedikit buat melepas CD-nya tadi habis 


itu aku kangkangi pahanya sembari aku 


arahkan penisku yang sudah tegang 


berat ke vagina Christ yang ada di 


sudut tempat tidur itu. 


Setelah kepala penisku menyentuh 


mulut vaginanya, aku pegangi 


pinggulnya biar Christ agak diam nggak 


meronta-ronta supaya aku bisa 


menyodok dengan mantap, gerakan 


pinggul Christ sudah dapat aku tahan 


lalu aku cepat-cepat menyodok penisku 


sekeras-kerasnya ke vaginanya. 


sesaat kelihatan gerakan Christ yang 


berontak tertahan selama aku dorong 


masuk penisku tadi sampai mentok, 


seret banget dan masih agak licin, aku 


lihat Vinvin masih melumat bibir Christ 


sementara Rere melihat penisku yang 


sudah menancap 3/4 saja di vagina 


Christ tadi. 


setelah aku diamkan beberapa saat, 


aku tarik lagi penisku lalu kudorong 


masuk lagi sementara Christ kembali 


meronta-ronta menambah nikmatnya 


goyangan liarnya, lama-lama Christ 


mulai melemah rontanya dan mulai 


kedengaran desahan Christ, nggak 


tahunya Vinvin sudah nggak melumat 


bibirnya tadi. 


Mendengar desahan dan rintihannya itu 


bikin aku semakin ganas, tanganku 


mulai meraba ke atas dibalik T- 


shirtnya sampai menyentuh buah 


dadanya yang masih terbungkus bra. 


Lalu aku singkap bajunya ke atas terus 


Vinvin membantu membukakan bra 


Christ tadi sementara Rere sudah 


melepaskan pegangan tangannya dan 


Rere mengambil guling lalu memeluk 


guling itu sambil menggigit bibirnya 


sambil terus melihatku yang lagi â 


€Å“ngerjain†Christ dengan ganas. 


lalu Vinvin ke kamar mandi sementara 


aku semakin percepat gerakanku yang 


semakin keras sambil kuremas-remas 


dan kujilati puting buah dadanya yang 


sudah merah merona serta desahan 


dan rintihan Christ yang menambah 


nafsuku. 


Rupanya rontaan Christ yang liar 


membuatku semakin cepat keluar, baru 


5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, 


aku dorong keras-keras sambil kupeluk 


Christ sekencang-kencangnya sampai 


Christ nggak bisa nafas tapi masih 


tetap menggoyang pinggulnya. 


aku ejakulasi 30 detik lamanya 


kemudian Christ gantian mendekapku 


sambil menggigit telingaku sembari 


melenguh menahan kenikmatan yang 


baru dia rasakan, sementara penisku 


yang masih di dalam vagina Christ 


terasa hangat karena cairan yang 


keluar dari vaginanya tadi. 


Christ orgasme sampai 15 detik lalu 


aku terkulai lemas di samping tubuh 


Christ lalu Vinvin kembali ke tempat 


tidur lagi dan kami berempat pun 


terdiam tanpa ada yang berbicara 


sampai tertidur semuanya.Namaku Sonny, dulu sewaktu masih 






SMP ada beberapa teman wanita yang 


naksir denganku, maklumlah waktu itu 


aku bintang kelas di SMP tersebut, di 


antara perempuan-perempuan tersebut 


adalah Rere, Vinvin (nama samaran) 


yang ada hubungannya dengan ceritaku 


ini. 


Aku sekarang sudah bekerja di suatu 


perusahaan swasta di Jakarta yang 


kebetulan aku termasuk eksekutif 


muda. Nah, bulan mei 99 kemarin, aku 


ada meeting di Surabaya dan kebetulan 


hari itu ulang tahun Rere (Rere 


termasuk wanita yang lumayan 


tingginya 170, branya 36 dan bodinya 


itu tuch yang semok alias seksi 


montok). 


Sehabis meeting, aku iseng menelepon 


Rere dan dia mengundangku datang ke 


rumahnya. Kemudian aku langsung saja 


cabut ke rumah Rere, eh nggak 


tahunya di situ ramai juga teman- 


temennya yang datang, termasuk 


Vinvin. 


Acara pesta tersebut berlangsung 


sampai jam 9 malam. Di pesta tersebut 


Rere cerita kepadaku kalau minggu 


depan dia mau menikah terus Vinvin 


minggu depannya lagi, lalu Rere cerita 


masa-masa dia naksir aku terus 


sampai sekarang dia masih kangen 


berat. Maklumlah sudah 2 tahunan 


nggak jumpa. 


Kebetulan waktu itu komputer dia lagi 


ngadat. Nah kesempatan buatku untuk 


tinggal lebih lama. Langsung saja 


kucoba membetulkan PC-nya. 


Sementara di rumahnya tinggal Vinvin 


saja yang belum pulang dan orang 


tuanya juga nggak ada. 


Pas sedang asyik mengutak-atik PC- 


nya, dia menungguku di sampingku 


dengan sekali-sekali melirikku, aku 


sendiri masih hati-hati mau menembak 


dia. Eh nggak tahunya si Vinvin main 


serobot saja. 


Dari belakang Vinvin langsung 


memelukku dan meng-kiss pipiku 


(Vinvin nggak beda jauh sama Rere, 


bedanya mata Rere kebiru-biruan 


sedikit dan lebih hitam dari Vinvin). 


Punggungku terasa ada benda kental 


yang bikin aku naik. Habis itu Vinvin 


membisikan kalau dia masih kepingin 


denganku, terus aku responin juga 


kalau aku kangen juga, terus kulumat 


saja bibirnya yang mungil kemerah- 


merahan itu. 


Vinvin langsung balas dengan penuh 


nafsu dan tetap memelukku Dari 


belakang tapi tangannya sudah 


langsung menggerayangi penisku, 


dalam hati ini anak kepingin di embat 


nich. Aku lihat Rere disampingku 


bengong saja dan cemberut merasa 


kalah duluan. 


Terus Rere pergi sebentar, aku masa 


bodoh saja, kutarik si Vinvin ke 


pangkuanku dan bibirnya masih kulumat 


habis. Gila! nafsunya besar sekali! 


Setelah itu kualihkan Dari bibir, 


kukecup terus ke bawah sambil 


tanganku meraba buah dadanya yang 


besar dan kenyal. 


Pas kukecup di belahan buah dadanya, 


Vinvin berteriak, â€Å“Sstt aahh†


dan semakin kencang remasan 


tangannya yang sudah masuk ke CD-ku, 


kubuka saja bajunya terus branya 


sekalian. Kelihatan buah dadanya 


menggantung siap diremas habis. 


Dengan gemasnya kulumat habis buah 


dadanya sampai dia menggelinjang 


keenakan dan suara yang â€Å“sstt 


sstt aahh…†Setelah itu tanganku 


pindah ke CD-nya yang sudah basah, 


langsung saja kulepas roknya. 


Dia pun kelihatan bugil tapi masih 


pakai CD. 


Terus Rere datang dengan 


membisikanku bahwa kalau mau 


meneruskan di dalam kamarnya saja. 


Tanpa pikir lama-lama, langsung saja 


kugendong Vinvin sambil buah dadanya 


terus kuhisap ke dalam kamar Rere. 


Terus aku telentangi Vinvin di tempat 


tidur Rere, aku lihat Vinvin sudah 


pasrah menantang, langsung saja 


kubuka CD-nya, ehh ternyata bulu 


Vinvin rapi dan kecil-kecil, langsung 


saja kulepas celanaku sama CD-ku 


sampai aku bugil ria. Terdengar 


teriakan Rere kaget melihat penisku 


sepanjang 22 cm dan gede banget 


katanya sambil ngeloyor pergi 


meninggalkanku dan Vinvin. 


Aku tidak peduli lagi sama dia, 


langsung saja penisku aku arahkan ke 


vagina Vinvin, uhh seret banget, dan 


kulihat Vinvin menggigit bibirnya dan 


berteriak, â€Å“Aakkhh eegghh…†


Kepalanya menggeleng ke kiri dan ke 


kanan sambil tangannya meremas 


seprei. Rupanya dia masih Virgin 


sehingga seret sekali memasukannya. 


Baru kepalanya saja Vinvin sudah 


teriak. 


Aku tahan sebentar, terus tiba-tiba 


langsung saja kusodok lebih keras, 


Vinvin langsung saja teriak kencang 


sekali. Masa bodoh, aku teruskan saja 


sodokanku sampai mentok. Rasanya 


nikmat banget, penisku seperti 


diremas-remas dan hangat-hangat 


basah. 


Sambil menarik napas, kulihat kalau 


Vinvin sudah agak tenang lagi, tapi 


rupanya dia meringis menahan sakit, 


kebesaran barangkali yach? Setelah itu 


aku tarik penisku pelan-pelan dan 


kelihatan sekali vagina Vinvin ikut 


ketarik terus kepalanya geleng-geleng 


ke kiri dan ke kanan sama matanya 


terpejam-pejam keenakan sambil 


teriak, â€Å“Sstt aahh sshh egghh…â 


€ Sampai penisku tinggal kepalanya 


saja, langsung saja aku sodok lagi ke 


vaginanya sekeras-kerasnya, â 


€Å“Bleesshh…†Vinvin berteriak, 


â€Å“aahh..†Kira-kira 5 menitan 


vagina Vinvin terasa seret. 


Setelah itu vaginanya baru terasa licin 


hingga semakin nikmat buat disodok, 


semakin lama sodokanku semakin 


kupercepat sampai Vinvin kelihatan 


cuma bisa menahan saja. Rupanya 


Vinvin kurang agresif. Terus kusuruh 


Vinvin menggerakan pantatnya ke kiri 


dan ke kanan sambil mengikuti 


gerakanku. Baru beberapa menit Vinvin 


sudah teriak nggak karuan, rupanya 


dia mau orgasme. 


Makin kupercepat gerakanku, akhirnya 


Vinvin berteriak kencang sekali 


sembari memelukku kencang-kencang, 


lama sekali Vinvin memelukku sampai 


akhirnya dia telentang lagi kecapaian 


tapi penisku masih menancap di 


vaginanya. 


Sekilas kulihat kalau Rere melihatku 


sambil menggigit jarinya, terus Rere 


mendekati kami berdua kemudian 


bertanya â€Å“Bagaimana tadi?†


Aku senyum saja sambil penisku masih 


kutancapkan di vagina Vinvin, terus 


Rere duduk di tepi ranjang dan ngobrol 


kepadaku. 


Aku iseng, kupegang tangan Rere 


terus aku remas-remas. Tapi dia tetap 


diam saja. Setelah itu kutarik dia lalu 


kucium bibirnya yang ranum dan 


tubuhnya kutelentangi di atas perut 


Vinvin tapi penisku masih tetap 


menancap di vagina Vinvin, tidak 


ketinggalan kuremas-remas buah dada 


Rere sambil matanya terpejam 


menikmati lumatan bibirku dan remasan 


tanganku. 


Sementara si Vinvin mencabut penisku 


lalu pergi ke kamar kecil dan jalannya 


sempoyongan seperti vaginanya ada 


yang mengganjal. Terus kubuka saja 


baju Rere sementara tangannya sudah 


merangkul tengkukku. Setelah itu 


kujilati saja buah dadanya sambil 


sekali-kali kuhisap sampai dia 


menggelinjang kegelian. 


Terus kuraba CD-nya. Rupanya sudah 


basah, nggak ambil peduli langsung 


saja kulepas seluruh celananya sampai 


Rere benar-benar bugil. Terus aku 


suruh Rere pegang penisku sampai 


muka dia kelihatan kemerahan. 


Rupanya dia belum pernah merasakan 


begituan. 


Setelah itu aku perbaiki posisinya biar 


nikmat buat menyodok vaginanya. 


Kemudian Rere bertanya kalau dia mau 


diapakan. Aku suruh Rere pegang 


penisku lalu kugesek kevaginanya. Dia 


tercengang mendengar kataku, tapi dia 


tetap melakukan juga. Sambil matanya 


terpejam, Rere mulai menggesek 


penisku kevaginanya, pas menyentuh 


vaginanya, dia kelihatan nyegir sambil 


mendesah-desah, â€Å“Aahh…â€, 


sementara aku sibuk meremas-remas 


sambil menjilati buah dadanya yang 


semakin lama semakin mengeras dan 


kelihatan puting buah dadanya semakin 


munjung keatas. 


Pelan-pelan kudorong pantatku sampai 


penisku menempel lebih kencang di 


mulut vaginanya. Rere diam saja malah 


semakin keras rintihannya, eh nggak 


tahunya Vinvin tiba-tiba saja 


mendorong pantatku sekeras-kerasnya 


secara langsung penisku kedorong 


masuk kedalam vagina Rere sedangkan 


Rere menjerit keras, â€Å“aakkh sakit 


Sonny, apa-apaan kamuâ€, sambil 


badan Rere menggeliat-geliat 


kesakitan sementara tangannya 


menahan pinggulku. 


Sedangkan Vinvin bilang ke Rere kalau 


sakitnya hanya sebentar saja, terus 


Vinvin malah mendorong lebih keras 


lagi sambil menarik tangan Rere biar 


tidak menahan gerakan pinggulku. 


Rere kelihatan menahan sakit sambil 


menggigit bibirnya. Sampai akhirnya 


masuk semua penisku. 


Rere kelihatan mulai mengatur 


nafasnya yang tersengal-sengal 


selama menahan tadi. Aku biarkan dulu 


beberapa menit sambil mencumbu Rere 


biar dia tambah naik sementara Vinvin 


yang masih bugil tadi melihat saja di 


samping tempat tidur sambil tertawa 


centil. 


Tidak lama Rere sudah mulai dapat naik 


lagi, malah semakin menggebu saja. 


Mulai kutarik penisku pelan-pelan 


terus kusodok lalu masuk agak 


kencangan sedikit, seret sekali. 


Tiba-tiba bell pintu berbunyi lalu Vinvin 


mengintip lewat jendela kamar lalu 


pakai bajunya yang panjang sampai 


lutut terus Vinvin ngeloyor pergi 


sambil ngomong, â€Å“Nyantai saja, 


terusin biar aku yang nemuinâ€, 


tahu gitu aku teruskan saja 


kegiatanku yang sempat terhenti, aku 


lihat Rere masih nyengir sambil 


kepalanya geleng kekiri dan kekanan 


terus pinggulnya digerakan pula 


mengikuti irama gerakanku. Rupanya 


vaginanya cepat basah dan mampu 


menelan penisku sampai penuh. 


Sementara tanganku sibuk meremas 


buah dada Rere, aku terus 


menggenjotnya semakin cepat sampai 


dia mendesah-desah lebih keras terus 


tangannya meraba-raba punggungku 


lalu tiba-tiba kakinya dilipat ke atas 


pantatku sambil memelukku dan 


berteriak â€Å“aagghhâ€, kencang 


sekali hingga gerakanku tertahan dan 


terasa ada cairan hangat keluar dari 


vaginanya hingga menambah rasa 


nikmat. 


Rupanya dia orgasme beruntun, 


setelah pelukan dia mulai kendor. Aku 


teruskan lagi genjotanku pelan-pelan 


sambil mulai mencumbu dia biar naik 


lagi. Tidak lama dia sudah naik lagi 


terus aku ambil posisi lebih tegak 


sambil tanganku pegang pinggulnya dan 


tangannya memuntir-muntir putingku 


sambil tersenyum manis. 


Makin lama gerakanku semakin 


kupercepat sodokanku, waktu 


kudorong ke vaginanya aku keras- 


kerasi lalu kulihat Rere sudah mulai 


memejamkan matanya dan kepalanya 


geleng-geleng ke kiri dan ke kanan 


mengikuti irama genjotanku. Aku 


sendiri rupanya sudah mau orgasme, 


maka aku genjot lebih kencang lagi 


sampai vaginanya bunyi kencang 


banget, nggak lama aku mau keluar 


kutarik penisku biar ejakulasi di luar. 


Dia malah menahan pantatku biar 


nggak ditarik ke luar langsung saja 


kudorong lagi sembari kupeluk dia 


erat-erat sambil teriak, â 


€Å“Aargghh.. eegghh..â€, kemudian 


Rere juga teriak lama sekali, aku 


ejakulasi di dalam vagina Rere sampai 


Rere gelagapan nggak bisa napas, 


kira-kira semenitan aku dekap Rere 


erat-erat sampai aku kehabisan 


tenaga, terus kucabut penisku dan 


kelihatan maniku sampai keluar dari 


vaginanya bareng darah perawannya 


yang sobek karena kerasnya serobotan 


penisku dibantu dorongan Vinvin yang 


keras dan tiba-tiba tadi. 


Sementara itu Vinvin kedengarannya 


ngobrol sama seorang cewek, rupanya 


teman Rere itu ketinggalan dompet 


terus kebetulan Vinvin juga kenal 


sama dia, nggak lama kemudian Vinvin 


masuk ke kamar terus menanyakan 


aku, â€Å“Mau kenalan nggak sama 


temanku? 


Aku jawab, â€Å“Masa aku bugil begini 


mau dikenalinâ€, â€Å“Cuek saja, 


lagian tadi aku sama dia sudah ngintip 


lu waktu sama Rere tadiâ€, aku 


bengong saja terus Vinvin membisikan 


sesuatu ke Rere terus Rere 


mengangguk sambil tertawa cekikikan 


terus Rere membisikan kepadaku 


supaya aku nanti menurut saja, 


katanya asyik sich. 


Lalu Vinvin dan Rere yang cuma pakai 


selimut menemui temannya tadi terus 


diajak masuk sebentar ke kamar Rere 


sambil matanya ditutup pakai T-shirt 


Vinvin. Setelah itu Vinvin kasih isyarat 


ke aku biar diam saja sambil menuntun 


Christ (nama temannya tadi) supaya 


rebahan dulu di tempat tidur. 


Tentu saja Christ bertanya kalau ada 


apa ini. Lalu Vinvin bilang kalau entar 


pasti nikmat dan nikmati saja. 


Christ mengangguk saja lalu Vinvin 


menyuruh Rere pegang tangan Christ 


yang diangkat di atas kepalanya dan 


Vinvin meraba-raba sekujur badan 


Christ di dalam bajunya, tentu saja 


Christ teriak kegelian sampai akhirnya 


mendesah-desah keasyikan. 


lalu Vinvin pindah posisi dari duduk di 


atas paha Christ beralih ke samping 


sambil kasih kode ke aku biar aku 


duduk menggantikan dia sambil tangan 


Vinvin dimasukan ke dalam bra punya 


Christ, aku menurut saja sambil mulai 


mengikuti Vinvin meraba-raba tubuh 


seksi Christ, sementara Christ kaget 


dan mulai meronta-ronta nggak mau 


diteruskan. 


aku yang sudah tanggung begitu 


langsung saja turun lalu menarik kaki 


Christ supaya posisi pantatnya pas di 


sudut tempat tidur kelihatan Rere 


mengikuti dan tetap memegang tangan 


Christ yang sudah mulai meronta dan 


berteriak-teriak â€Å“Janganâ€, lalu 


Vinvin menutup mulut Christ dan 


melumat bibirnya sembari kasih kode 


ke aku biar diteruskan saja, langsung 


kubuka ritsluiting celananya dan 


kelihatan pahanya yang putih dan 


bentuk kakinya yang seksi membuat 


aku cepat naik, waktu aku mau 


peloroti CD-nya, Christ malah 


meronta-ronta sambil kakinya 


menendang-nendang hingga aku 


kesulitan. 


Aku jepit kakinya dengan pahaku lalu 


CD-nya aku tarik paksa sampai di 


bawah lututnya terus aku berdiri 


sedikit buat melepas CD-nya tadi habis 


itu aku kangkangi pahanya sembari aku 


arahkan penisku yang sudah tegang 


berat ke vagina Christ yang ada di 


sudut tempat tidur itu. 


Setelah kepala penisku menyentuh 


mulut vaginanya, aku pegangi 


pinggulnya biar Christ agak diam nggak 


meronta-ronta supaya aku bisa 


menyodok dengan mantap, gerakan 


pinggul Christ sudah dapat aku tahan 


lalu aku cepat-cepat menyodok penisku 


sekeras-kerasnya ke vaginanya. 


sesaat kelihatan gerakan Christ yang 


berontak tertahan selama aku dorong 


masuk penisku tadi sampai mentok, 


seret banget dan masih agak licin, aku 


lihat Vinvin masih melumat bibir Christ 


sementara Rere melihat penisku yang 


sudah menancap 3/4 saja di vagina 


Christ tadi. 


setelah aku diamkan beberapa saat, 


aku tarik lagi penisku lalu kudorong 


masuk lagi sementara Christ kembali 


meronta-ronta menambah nikmatnya 


goyangan liarnya, lama-lama Christ 


mulai melemah rontanya dan mulai 


kedengaran desahan Christ, nggak 


tahunya Vinvin sudah nggak melumat 


bibirnya tadi. 


Mendengar desahan dan rintihannya itu 


bikin aku semakin ganas, tanganku 


mulai meraba ke atas dibalik T- 


shirtnya sampai menyentuh buah 


dadanya yang masih terbungkus bra. 


Lalu aku singkap bajunya ke atas terus 


Vinvin membantu membukakan bra 


Christ tadi sementara Rere sudah 


melepaskan pegangan tangannya dan 


Rere mengambil guling lalu memeluk 


guling itu sambil menggigit bibirnya 


sambil terus melihatku yang lagi â 


€Å“ngerjain†Christ dengan ganas. 


lalu Vinvin ke kamar mandi sementara 


aku semakin percepat gerakanku yang 


semakin keras sambil kuremas-remas 


dan kujilati puting buah dadanya yang 


sudah merah merona serta desahan 


dan rintihan Christ yang menambah 


nafsuku. 


Rupanya rontaan Christ yang liar 


membuatku semakin cepat keluar, baru 


5 menitan aku sudah nggak tahan lagi, 


aku dorong keras-keras sambil kupeluk 


Christ sekencang-kencangnya sampai 


Christ nggak bisa nafas tapi masih 


tetap menggoyang pinggulnya. 


aku ejakulasi 30 detik lamanya 


kemudian Christ gantian mendekapku 


sambil menggigit telingaku sembari 


melenguh menahan kenikmatan yang 


baru dia rasakan, sementara penisku 


yang masih di dalam vagina Christ 


terasa hangat karena cairan yang 


keluar dari vaginanya tadi. 


Christ orgasme sampai 15 detik lalu 


aku terkulai lemas di samping tubuh 


Christ lalu Vinvin kembali ke tempat 


tidur lagi dan kami berempat pun 


terdiam tanpa ada yang berbicara 


sampai tertidur semuanya. 








LahanPoker.com adalah salah satu Agen Poker Indonesia yang terpercaya dengan beraneka ragam bonus yang menanti Anda. Segera Daftarkan diri Anda Disini dan dapatkan berbagai Bonus menarik

LahanPoker hadir kehadapan Anda dengan persentase mendapatkan BONUS JACKPOT lebih besar daripada Agen Poker Online Lainnya.

Silakan daftar di sini : CLICK UNTUK MENDAFTAR 

Contact Person : LiveChat : http://lahanpoker.com Yahoo : lahanpoker@yahoo.com bbm : 55CF586C Wechat : lahanpoker Whatsapp : +66622576847 Line : LahanPoker Facebook : LahanPoker Twitter : @lahan_poker

0 comments:

Posting Komentar

LahanPoker Lahan4D LahanBet ShootingFish SabungAyam